Telp
Whatsapp

SEWA MOBIL SURABAYA

081 5520 5033
SMS 0857 4928 6777
0821 89 835555

Email: fortunerentcar@gmail.com
WA : 08155205033

Berita

Mencari Peluang Bisnis di Surabaya (II)

Pada artikel sebelumnya kita berbicara tentang bagaimana Anda bisa mencoba berbisnis serta membutuhkan Fortune Rent Car - Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat untuk mengantar Anda berkeliling kota Surabaya, sebagai ibukota dan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Sekarang, pada artikel lanjutan ini bahasannya adalah bagaimana keadaan Kota Surabaya dari segi pertumbuhan bisnis?

Kota Surabaya membuka diri kepada orang dari berbagai suku dan daerah. Dahulu, pelabuhan Tanjung Perak di kota Surabaya adalah gerbang menusia dan barang menuju ke Indonesia Timur. Meski saat ini di era penerbangan murah, terkadang orang lebih memilih naik pesawat terbang dari Bandara Juanda. Meski begitu, tak surut juga pengguna kapal-kapal kargo dan penumpang pada pelabuhan Tanjung Perak. Karena naik kapal yang lebih fleksibel untuk pengiriman barang ketimbang naik pesawat yang dibatasi oleh kuota yang minim.

Jika Anda amati, ada berbagai pusat perbelanjaan (termasuk didalamnya adalah mall, ruko-ruko, dan pasar tradisional) yang penghuninya merupakan perpaduan muti-etnis. Mereka mencari peruntungan di Kota Surabaya juga, disamping peran lainnya yaitu sebagai agen sosial: "jembatan" antar suku dan daerah di Indonesia. Bisa jadi pula mereka membawa komoditas (barang jualan) dari daerah masing-masing untuk berdagang. Kondisi ini tentunya akan sangat membahagiakan. Di satu sisi ada nilai ekonomi yang diperjuangkan sehingga menciptakan peluang tenaga kerja baru. Di sisi lain, dari hal ini bisa terjadi saling komunikasi antar-suku yang meminimalisir terjadinya pergesekan yang seringkali bisa dipolitisasi hingga menghancurkan potensi suatu daerah. Tak ada yang sanggup meredam konflik selain dialog bukan?

Sementara itu Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya juga melihat, berdirinya Jembatan Suramadu penghubung Pulau Jawa — Madura malah membuat Surabaya menjadi sentral persinggahan orang-orang dari berbagai daerah di Indonesia hanya untuk menikmati kemegahan Jembatan Suramadu ini saja. Sekalian berfoto-foto (selfie) bersama di area-area yang mengarah ke penampakan jembatan. Maka, kita bisa menemukan tumbuh suburnya pedagang souvenir khas Madura di sekitaran pintu masuk Jembatan Tol Suramadu. Sedangkan di Surabaya, kita akan menemui banyak rumah makan, depot dan lain-lainnya yang mendukung kegiatan "putar-balik" ini. Maksudnya "putar-balik" adalah hobi masyarakat umum yang ternyata menyukai untuk menyeberang sebentar melewati Selat Madura dari atas jembatan, lalu putar balik ke daerahnya masing-masing setelah melintas. Jadi, kegiatan berkendaranya kemudian bisa dikatakan hanya "wira-wiri" menikmati panorama laut dan pelabuhan sekitar jembatan ini saja. Mungkin bisa dikatakan menggelikan, tapi kenyataannya... di Indonesia memang jarang ada jembatan yang cukup panjang sekaligus bisa cukup "fotogenik" seperti Jembatan Suramadu. Selain Jembatan Suramadu, yang mudah melekat dalam memori pelancong lokal mungkin adalah Jembatan "Tol Laut" di Bali dan Jembatan Ampera di Palembang.

Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan jembatan Suramadu sedikit banyak telah menggerus mereka yang sebelumnya mencari nafkah di pelabuhan tempat bersandarnya kapal ferry Surabaya — Madura.  Tapi dari beberapa berita yang muncul, keberadaan kapal ferry ini malah dimanfaatkan bagi wisatawan untuk "pesiar" menikmati pemandangan sekitar Jembatan Suramadu dan perairan Selat Madura. Namun, ferry inipun kemungkinan bisa di-oper di daerah lain yang lebih membutuhkan. Seperti lintas Jawa — Bali atau Jawa — Sumatera, serta antar-pelabuhan lain dengan jarak pendek. Apalagi di Indonesia ini terdiri dari ribuan pulau yang selalu dikelilingi oleh laut. Karena dari segi fisik, pintu kendaraan dari kapal ferry yang tidak terlalu tinggi dari permukaan laut rasanya akan membahayakan penumpang dalam pelayaran jarak jauh yang penuh dengan pergolakan cuaca dan gelombang tinggi.

Kembali ke inti topik: saat ini, di berbagai media seperti surat kabar koran atau majalah, TV, radio dan internet banyak kita temukan berbagai artikel tentang wisata di Pulau Madura. Baik objek (tempat) wisata maupun wisata kuliner. Nampaknya, Jembatan Suramadu yang akhirnya memudahkan orang untuk "wira-wiri" dengan mudah dan murah serta cepat ini telah berhasil "membuka" Pulau Madura yang selama ini "terisolasi". Keunikan Madura yang merebak ini berhasil menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Pulau Madura. Selain kunjungan wisatawan, beberapa kali Fortune Rent Car - Rental Sewa Mobil Pregio di Surabaya mengantarkan pebisnis atau calon investor berkeliling di Pulau Madura. Pulau ini yang semakin terbuka juga ini bisa digali lagi potensinya menjadi kawasan yang lebih maju dengan tidak meninggalkan budaya asli daerah; karena hal ini juga merupakan magnet Madura untuk menggaet wisatawan berkunjung ke Pulau Madura.

(bersambung )