SEWA MOBIL SURABAYA

081 5520 5033
SMS 0857 4928 6777
0821 89 835555
PIN BB : 237FE18D
Email: fortunerentcar@gmail.com
WA : 08155205033

Berita

Hawa Panas dan Jalan yang Meleleh

Dunia bertambah menghangat dari tanda-tanda alam yang terjadi dewasa ini. Bahkan salju abadi kebanggaan Indonesia di Puncak Jaya pun dikhawatirkan menghilang: https://www.merdeka.com/khas/salju-abadi-puncak-jaya-cuma-akan-jadi-cerita-es-di-puncak-jaya-menyusut-3.html. Segala kondisi ini dikarenakan akumulasi dari berbagai aktivitas manusia dalam kesehariannya selama ini. Meskipun kekhawatiran akan radiasi sinar ultraviolet matahari pun lambat laun mulai berkurang disebabkan mengecilnya lubang ozon di bumi, seperti yang dipaparkan pada referensi berikut ini: http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160701_majalah_lubang_ozon.
 
Peran molekul CFC (klorofluorokarbon) yang terdapat pada AC: https://id.wikipedia.org/wiki/Klorofluorokarbon, pendingin dan lainnya yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon tersebut juga telah berhasil dikurangi secara signifikan penggunaannya dari waktu ke waktu; karena hasil penelitian dan perkembangan teknologi manusia telah menghadirkan bahan yang lebih 'ramah lingkungan' sebagai pengganti CFC pada pendingin dan penyemprot meski penggunaannya mungkin belum bisa dihapus sama sekali. Namun bukan hanya perangkat buatan manusia saja yang berpotensi 'merusak alam semacam ini', karena ada peran gunung berapi juga dalam menipiskan lapisan ozon tersebut.

Hanya, masih belum diketahui apakah iklim di dunia ini bisa dipulihkan terkait dengan penghangatan global ini karena perubahan iklim tentu berbeda dengan keberadaan lubang ozon tadi yang lebih disebabkan oleh faktor kimia. Namun perkembangan yang ada saat ini menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, mulai dari harus bermigrasinya banyak penduduk di negara-negara kepulauan di pasifik: https://travel.detik.com/international-destination/d-3063643/kisah-negara-kecil-yang-akan-hilang-ditelan-banjir-laut-pasang hingga kisah seorang fotografer yang merekam keruntuhan es raksasa: http://www.mongabay.co.id/2017/02/20/tanpa-diduga-fotografer-ini-merekam-dahsyatnya-fenomena-alam/.

Sebagai sebuah usaha yang bergerak pada bidang jasa, Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya tentu berhubungan erat dengan kemajuan dalam industri otomotif dan regulasi di Indonesia. Bagaimana pun, ketika sebuah aturan berubah tentu akan berpengaruh pada operasional dan keharusan untuk menyesuaikan dengan prosedur yang ada meski kemudian masih memerlukan pembiasaan di internal. Namun nampaknya semua yang hidup dan 'berusaha' di Indonesia mau-tidak-mau harus tunduk kepada regulasi, meskipun seseorang itu adalah yang membuat regulasi kan? Sementara aturan itu sendiri juga mengacu masukan dan pemikiran dari berbagai pihak termasuk mereka yang berkecimpung di luar bidang otomotif. Salah satunya adalah pakar klimatologi, pakar sosial, dan lain-lain tergantung dari apa topik bahasannya.

Ketika Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya menemukan video ini di media sosial: https://www.facebook.com/yogi.tanuwijaya/posts/10207641716480442, mungkin hal tersebut mirip dengan yang juga dialami saat di jalan. Pada video tadi ada warga yang melaporkan sambungan beton di jalan yang terasa 'ambles' atau melesak ke dalam hingga terasa membahayakan mereka yang melewatinya. Sementara pembuatan celah dan sambungan tersebut adalah suatu keharusan disebabkan kompensasi dari pemuaian jalan di kala siang terik.

Sepertinya bukan hanya yang terbuat dari beton saja yang dapat 'bergelombang' karena pemuaian serta faktor lain, karena ada bahan jalanan lain (seperti aspal) yang ditengara menjadi sensitif dan lebih parah saat datangnya kondisi cuaca tertentu; meskipun juga tidak sepanas di daerah subtropis yang hingga melelehkan lapisan jalan: http://www.merdeka.com/foto/dunia/ekstremnya-hawa-panas-di-new-delhi-sampai-lelehkan-jalan-raya.html. Hanya, jalanan yang menjadi 'empuk' ini bukan permasalahan ringan karena darinya bisa menjadi penyebab kecelakaan yang berawal dari olengnya pengendara motor dan untuk tetap menjaga keseimbangan. Jadi, motor yang lewat di jalanan ini pun mungkin hanya pada kisaran 15-20km/jam karena akan menyebabkan terpental.

Di jalanan Lidah Kulon dekat garasi Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya pun juga diketahui bergelombang saat artikel ini diangkat. Gelombang jalan ini juga seperti aspal yang meleleh pada tautan sebelumnya dan kondisinya mirip seperti tertekan ke bagian tepi jalan. Jika kita berkendara dengan sepeda motor mungkin akan sangat terasa disamping dapat melihat secara langsung kondisi 'lipatan' jalan tersebut. Namun hal ini pun mungkin tidak murni berasal dari hawa panas saja, karena banyaknya truk besar dan berat yang melewati jalan tersebut sehingga 'memindahkan' sebagian massa jalan ke arah sampingnya.

Ternyata ada solusi yang dilakukan untuk menghadapi panas di jalan ini dari yang Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya temukan di internet, meski penggunaannya masih dalam lingkup terbatas. Yakni melapisi jalanan aspal (yang warnanya cenderung menyerap panas) dengan pelapis khusus yang sanggup menurunkan suhu di jalanan hingga 10° - 15° F atau 5° - 8° C. Cukup signifikan, meskipun tak terlampau tinggi.
Namun tidak diketahui efek selanjutnya dari pelapis jalan tersebut karena fungsi dasarnya adalah 'memantulkan' radiasi dan sinar atau panas supaya tidak terserap. Dugaan Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya, warna putih di jalanan tersebut akan menyilaukan saat siang hari. Jadi para pengguna jalannya (terutama pengendara) akan membutuhkan Tetapi produk yang beredar pun pastinya telah melalui serangkaian ujicoba sebelumnya. Hanya, tidak disebutkan imbasnya terhadap pengguna jalan tersebut. Juga kemungkinannya bila musim hujan tiba, semoga saja tidak membuat licin karena halusnya. Tetapi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa penguasaan teknologi dapat kita gunakan sebagai solusi (atau minimal mengurangi) dari berbagai permasalahan yang ada.
 
 
 
 
***
Keterangan gambar: jalanan yang meleleh di India. Sumber gambar: globalnews.ca